Usaha dalam menelusuri sumber-sumber kisah Al Qur'an akan berhadapan langsung dengan kedua kubu besar yang sama-sama memiliki potensi konflik besar, karena masing-masing memiliki pendukung.
Pertama, kelompok yang berwawasan sempit dan berfikiraan pendek serta picik. Ketika orang-orang yang berfikiran dangkal dimintai pendapatnya tentang pencarian sumber-sumber kisah al Qur'an akan mengatkan bahwa penelusuran itu tidak benar, dan bahkan tidak boleh terjadi. Karena kisah-kisah al Qur'an adalah bagian dari Al Qur'an dan al Qur'an itu datang dari Allah, walaupun dengan dalih sebagai kajian ilmu pengetahuan, dan justru ini sangat berbahaya dan akan menimbulkan fitnah.
Kedua, bahaya yang datang dari pemikiran para orientalis di seputar sumber-sumber kisah Al Qur'an. Metode yang dipakai adalah dengan membandingkan teks-teks kisah Al Qur'an dengan berbagai peristiwa dan kejadian serta tokoh yang di sebutkan dalam kitab Tarat, Injil, dan buku-buku sejarah peradapan manusia dari zaman ke zaman. Yang demikia sebenarnya tidak seharusnya terjadi dan sampai pada kesimpulan bahwa tujuan alQur'an dengan kisah-kisahnya adalah mengetengahkan data-data sejarah pada umat Muhammad, sehingga yang dikisahkan adalah realitas sejarah yang harus sesuai dengan logika sejarah. Akan tetapi, kisah-kisah al Qur'an tidak pernah dimaksudkan untuk tujuan seperti itu, dan teks-teks kisah Al Qur'an tidak dimaksudkan untuk menjadi refrensi sejarah manapun.


No comments:
Post a Comment