logo ads.png

Wednesday, 28 December 2016

Perkembangan Metode Pembelajaran Baca-tulis al-Qur’an


Al Qur'an surat Al Hijr ayat 9 disebutkan "Sesungguhnya kamilah yag menurunkan Adz-Dikr (Al Qur'an) dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya. mengacu dari ayat yang diatas bahwa realisasinya Allah dalam melakukan penjagaan Al Qur'an yaitu melalui peran manusia itu sendiri dengan menggunakan berbagai matode yaitu hafalan, tulisan dengan prinsip hafalan dan tulisan ini muncul berbagai macam metode.

Al Qur'an diturunkan kepada nabi yang Ummi (tidak bisa baca dan baca) karena itu Nabi dalam penjagaannya al Qur'an menggunakan media hafalan dan menghayatinya agar beliau menghafalnya dan mengguasainya, setalah itu nabi mengajarkannya dan memantabkannya dalam pengguasaannya. Ada tiga faktor kenapa Al Qur'an tidak dibukukan saat itu (Masa Nabi dengan sahabat), pertama: karena pada saat itu nabi Muhammad masih ada sehingga kalau ada masalah-masalah keumatan Nabi bisa menjelaskan langsung, kedua: para sahabat sangat sedikit sekali yang mengguasai penulisan sehingga mereka kebanyakan hanya mampu menghafal dan hafalannya tidak hanya dengan otak tapi dengan hati dan yang ketiga: adanya keingginan Rasul untuk menulis Al Qur'an bagi sekretarisnya karena beliau tahu kemampuan umatnya saat itu.

Sejak nabi melaksanakan dakwah secara aktif dengan bil jahr, beliau mendirikan lembaga pendidikan dan itu bertempat dimana-mana termasuk dirumah-rumah sahabat dan di masjid-masjid di dalam masjid proses kegiatan belajar mengajar dilakuan dengan metode "halaqoh" dengan masing-masing guru yaitu para sahabat-sahabat nabi yang mampu mengajarkan kepada para sahabat yang belum mampu dan tahu ilmu yang di berikan oleh Nabi Muhammad, setelah proses itu berlangsung maka banyak para sahabat yang mulai pandai dalam membaca al Qur'an sehingga muncul para sahabat yang menghafal dan mencatat Al Qur'an yang dilakukan oleh para sahabat yang sudah pandai itu tadi.

Cara Allah dan nabi memelihara al Qur'an dari kemusnahan yang itu melalui pembelajaran yaitu, pertama: melalui penyimapanan dalam "Dada Manusia" atau menghafalnya dan yang kedua: yaitu menulisnya diatas berbagai media, baik itu kulit, kayu, pelepah kurma dan lain. Usman bin Affan meriwayatkan: yang terbaik diantara kamu adalah orang yang belajar Al Qur'an dan mengajarkannya. dengan hadits ini maka penjagaan wahyu Allah sudah jelas dengan menunjukkan umat islam agar selalu semagat dalam belajar dan mengajarkan Al Qur'an kalau kita ingin menjadi orang yang terbaik.

Cara Rasul dalam memasukkan Al Qur'an kepada sahabatnya yaitu dengan cara membacakannya diulang-ulang sampai para sahabat betul-betul menghafalkannya dan beliau juga menyuruh para sekretarisnya untuk menuliskan ayat-ayat Al Qur'an yang baru diterimanya selanjutnya disimpan dirumah Rasul dan sebagian mereka menulisnya untuk dikonsumsi sendiri buat bacaan mereka sediri dirumah. Berbeda dengan masanya sahabat, pada masa sahabat terjadi perang yamamah yaitu perang antara orang-orang murtad yang diperangi oleh Khalifah Abu bakar dan saat itu banyak para penghafal Al Qur’an yang guru di medan perang.

Dan saat itu Umar bin Khattab melihat para sahabat yang hafal al Qur’an meninggal beliau mempunya inisiatif memberi tahu kepada Abu Bakar untuk membukukan Al Qur’an, tapi setelah ada usulan itu Abu Bakar menolaknya karena disaat Nabi masih hidup beliau tidak pernah menyuruhnya dan mencontohkannya. Akhirnya setelah didesak oleh Umar, Abu Bakar mengiyakan untuk membukukannya. Selanjutnya Abu Bakar meminta Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan bagian-bagian Al Qur’an yang berserakan, Zaid bin Tsabit adalah mantan sekretaris Nabi saat penerimaan wahyu berlangsung, beliau dari madinah.

Rekonstruksi ulang dari sumber:
Metode Pengajaran Al Qur’an di Zaman Rasulullah SAW.
http://hakamabbas.blogspot.co.id/2014/02/metode-pengajaran-al-quran-di-zaman.html

No comments:

Post a Comment

 logo ads.png

Berlangganan

Dapatkan kabar dari blog Kang Muttaqin di inbox email-mu!

Galeri